Sahabatmu adalah Cerminan Dirimu

Diantara sebab rusaknya akhlak seseorang bergantung kepada lingkungan tempat dia tinggal serta dengan siapa dia berteman.

Nabi Shallallahu ‘Alaih Wa Sallam Bersabda: “Perumpamaan kawan yang baik dan kawan yang buruk seperti seorang penjual minyak wangi dan seorang peniup alat untuk menyalakan api (pandai besi). Adapun penjual minyak wangi, mungkin dia akan memberikan hadiah kepadamu, atau engkau membeli darinya, atau engkau  mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, mungkin dia akan membakar  pakaianmu, atau engkau mendapatkan bau yang buruk”

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaih Wa Sallam memberikan sebuah ilustrasi bagaimana lingkungan tempat bergaul dapat merubah seseorang, Apabila seseorang bergaul dengan orang orang shaleh maka lambat laun dia akan terbawa menjadi shaleh. Begitu pun sebaliknya apabila seseorang bergaul dengan ahli maksiat maka lambat laun dia akan melakukan maksiat pula. Maka merupakan suatu nikmat yang begitu besar apabila kita telah dipertemukan dengan orang-orang shaleh yang senantiasa mendorong kita untuk berbuat kebaikan.

Terdapat suatu kisah yang menarik terkait hadits diatas. Terdapat sesorang yang  sedari kecil hingga lulus dari sekolah menengah tinggal didaerah yang kata kata umpatan, kasus kekerasan dan kenakalan remaja sudah menjadi aktivitas rutin disana. Orang itupun tidak lepas dari kondisi diatas. Kata kata kasar selalu mengiringi disetiap pembicaraannya, berbagai kenakalan remaja pun pernah dia lakukan, karena mungkin lingkungannya yang membuatnya demikian. Bahkan terdapat suatu kondisi dimana seseorang didaerah tersebut dikenal sebagai orang yang baik, pendiam serta penurut dimata orang tuanya, namun diluar rumah dia menjadi sosok yang berbeda. Karakter-karakter tersebutpun berlangsung hingga dia lulus dari SMP, saat masuk SMA dia lebih banyak menghabiskan waktu di lingkungan sekolah, jarang sekali dia ikut berkumpul dengan kawan kawannya didekat rumahnya. Sedikit demi sedikit sikapnya mulai berubah dari orang yang tidak pernah luput kata kata kasar dari perkataannya sampai disatu titik teman SMAnya heran saat dia mengeluarkan satu kata kasar, karena sangat sangat sedikit dia bertutur dengan kata kasar serta Disaat itupula dia mulai rutin menghadiri majelis ta’lim dan mulai mengikuti kegiatan-kegiatan dakwah, lalu aktivitas itupun tersu berlangsung hingga saat ini. Begitu besarlah efek dari lingkungan dimana seseorang bergaul maka relevannya peribahasa “Sahabatmu adalah cerminan dirimu”.

Memiliki teman yang Shalih selain dapat merubah karakter kita teman yang shalih juga dapat menjadi sebab seseorang masuk kedalam surga berdasarkan sabda Nabi bahwa “Setiap orang akan dikumpulkan bersama orang yang ia cintai” serta Teman yang Shalih dapat memberikan Syafaat di akhirat kelak. Hasan al-Bashri berkata “Perbanyaklah berteman dengan orang-orang yang beriman. Karena mereka memiliki syafaat pada hari klamat”

Maka hendaklah setiap kita untuk mencari teman shalih sebanyak mungkin dan meninggalkan lingkungan yang dapat membawa kita ke arah yang jelek.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dikotomi Ilmu