Postingan

Sahabatmu adalah Cerminan Dirimu

Diantara sebab rusaknya akhlak seseorang bergantung kepada lingkungan tempat dia tinggal serta dengan siapa dia berteman. Nabi Shallallahu ‘Alaih Wa Sallam Bersabda: “Perumpamaan kawan yang baik dan kawan yang buruk seperti seorang penjual minyak wangi dan seorang peniup alat untuk menyalakan api (pandai besi). Adapun penjual minyak wangi, mungkin dia akan memberikan hadiah kepadamu, atau engkau membeli darinya, atau engkau  mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, mungkin dia akan membakar  pakaianmu, atau engkau mendapatkan bau yang buruk” Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaih Wa Sallam memberikan sebuah ilustrasi bagaimana lingkungan tempat bergaul dapat merubah seseorang, Apabila seseorang bergaul dengan orang orang shaleh maka lambat laun dia akan terbawa menjadi shaleh. Begitu pun sebaliknya apabila seseorang bergaul dengan ahli maksiat maka lambat laun dia akan melakukan maksiat pula. Maka merupakan suatu nikmat yang begitu besar apabila kita telah dipertem...

Dikotomi Ilmu

  Dikotomi ilmu begitu terasa ditengah maraknya para pemuda yang mulai serius dengan agama mereka. Terdapat kesan sebagian diantara mereka seperti ingin menanggalkan keilmuan mereka dan mencukupkan diri dengan ilmu keagamaan. Seolah olah keilmuan mereka sebelumnya tidak bermanfaat bagi akhirat mereka.             Hal itu pun terasa didalam sebagian besar sekolah-sekolah. Seperti yang sebutkan oleh Wahyuni “Di satu pihak ada pendidikan yang hanya memperdalam ilmu pengetahuan modern yang kering dari nilai-nilai keagamaan, dan di sisi lain ada pendidikan yang hanya memperdalam masalah agama yang terpisahkan dari perembangan ilmu pengetahuan. Secara teoretis makna dikotomi adalah pemisah secara teliti dan jelas dari suatu jenis menjadi dua yang terpisah satu sama lain dimana yang satu sama sekali tidak dapat dimasukkan ke dalam satunya lagi dan sebaliknya.”             Pa...

Hukum-hukum Seputar Jual Beli

Diantara bentuk kesempurnaan agama islam adalah ajarannya yang menyeluruh, dari yang sederhana seperti masalah buang air, tidur hingga masalah yang kompleks seperti aturan tata negara, kemasyarakatan serta aturan penghambaan atau Ubudiyyah dan aturan terhadap sesama manusia seperti perniagaan. Walaupun banyak permasalahan yang terjadi di zaman sekarang yang tidak terjadi pada zaman nabi, namun islam masih tetap dapat menjawab hal tersebut, karena pada dasarnya masalah masalah tersebut memiliki prinsip dasar yang syariat telah mengaturnya. Salah satu interaksi antar manusia yang paling sering terjadi yang terkadang kaum muslimin lalai dalam mempelajarinya adalah hukum perniagaan atau jual beli. Banyak kasus dalam permasalahan jual beli yang syariat melarangnya namun keumuman kaum muslimin mengerjakannya. Definisi Jual Beli Jual beli dalam bahasa indonesia artinya adalah persetujuan saling mengikat antara penjual, yakni pihak yang menyerahkan barang, dan pembeli sebagai pihak yan...

Syarah Hadits Niat

  Hadits tentang niat adalah satu diantara 3 hadits yang menjadi poros syariat. Niat tidak sekedar perkataan “saya berniat”, melainkan niat adalah keinginan kuat untuk melaksanakan ibadah demi mendekatkan diri kepada Allah   (al-Utsaimin, 2019, hal. 13) . Hadits niat yang redaksinya berada dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim namun lebih popule kebanyakan orang mengetahuinya berada di Arbain Imam An-Nawawi. Redaksi yang dibawakan oleh Imam Nawawi(2009, hal 46) adalah, Dari Amir al-Mu’minin Umar bin Khattab Radhiyallah anhu , Dia berkata: Aku mendengar Nabi Shallallahu ‘Alaih wa Sallam bersabda: إنما الأعمال بالنيات , وإنما لكل امرئ ما نوى , فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله , ومن كانت هجرته إلى دنيا يصيبها أو امرأة ينكحها فهجرته إلى ما هاجر إليه Artinya : “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya....
  Peran Rasa Malu dalam Bermedia Sosial Dengan berlangsungnya pandemik selama 2 tahun ini menyebabkan berbagai perubahan dalam kehidupan bermasyarakat. Perubahan itu sangat terasa dalam hal penggunaan internet, tentu perubahan tersebut tidak selalu menghasilkan dampak positif tetapi adapula dampak negatif. Dengan adanya kebijakan kebijakan yang mengharuskan masyarakat indonesia untuk tidak berkerumun, mengurangi interaksi dengan orang lain   dan tidak terlalu sering keluar rumah, maka media sosial menjadi alternatif untuk mengatasi masalah tersebut. Argumen tadi didukung dengan fakta yang dipaparkan oleh Junawan dan Laugu bahwa 64% masyrakatat   virtual saat pandemi mampu mengakses internet rata-rata 7-8 jam, sedangkan untuk masyarakat indonesia rata rata penggunaan internet sebanyak 4 jam 46 menit dan yang mengejurkan bahwa 3 jam 46 menit hanya dihabiskan untuk bermedia sosial. Kebebasan Berekspresi dan Toleransi Menurut kusumari dan hidayati bahwa “maraknya penggu...